cari yang bermanfaat....
biar semua bisa make.....
......
ini ada beberapa hasil / barang elektronika
| | Weather Station suhu dan kelembaban MIliki kit sudah jadi Weather Station yang menampilkan suhu dan kelembaban di PC menggunakan Basic Stamp dan sensor SHT 11/75 |
| | DT-SENSE Temperature Sensor DT-SENSE Temperature Sensor adalah sebuah sistem sensor cerdas yang mampu mengukur suhu pada range 0 - 100 °C dengan keluaran digital dalam satuan Celsius |
| | DT-SENSE IR Proximity Detector DT-SENSE IR Proximity Detector adalah sebuah sistem sensor cerdas yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya obyek pada jarak tertentu dalam range ± 5 - 25 cm. |
Dioda
Gambar 1. Tanda strip pada badan Dioda menandakan kaki Katoda.
Jenis-jenis dioda dan penggunaanya antara lain:
- Zener : Sebagai pembatas dan penentu tegangan. Kamu bisa membuat regulator tegangan yang mudah dan murah dengan menggunakan dioda zener.
- Light Emiting Diode (LED) : Saat dialiri arus, semua semikonduktor memancarkan sinar infra merah. LED menghasilkan sinar yang dapat dilihat.
- Silicon Controlled Rectifier (SCR) : SCR merupakan saklar elektronik yang bisa mengendalikan arus AC atau DC. SCR biasanya dijumpai pada rangkaian dimmer lampu.
- Rectifier : Rectifier berfungsi sebagai penyearah Arus ( AC ke DC ). Biasanya Rectifier lebih dikenal sebagai Dioda karena penyearah arus ialah fungsi dasar dari dioda, tetapi lebih spesifik lagi merupakan fungsi dari rectifier.
- Bridge Rectifier : Terdiri dari empat buah rectifier yang berhubungan satu sama lain ( membentuk formasi kotak ). Bridge rectifier menyearahkan arus ( AC ke DC ) dengan lebih efisien. Lihat gambar 2!
Tidak seperti resistor dan kapasitor, dioda tidak mempunyai nilai yang spesifik ( kecuali zener ). Tetapi bukan berarti semua dioda sama. Dioda di nilai dengan dua kriteria yaitu:
- Peak Inverse Voltage ( PIV ) rating. Menunjukkan tegangan kerja maksimum dari dioda tersebut, contohnya jika nilai dari suatu dioda 100V, dioda tersebut tidak bisa digunakan pada tegangan kerja yang lebih dari 100V.
- Current rating. Menunjukkan arus maksimum yang dapat melewati suatu dioda.
Dioda diidentifikasikan dengan sistem penomoran standard industri. Contohnya dioda rectifier 1N4001 mempunyai nilai 1.0 PIV 50 volt. 1N4002 mempunyai nilai 100 volt, 1N4003 mempunyai nilai 200 volt dan seterusnya. Informasi tentang PIV sebuah dioda bisa kamu lihat di datasheetnya.
Transistor Sebagai Saklar (Bagian 1)
Saat sebuah transistor digunakan pada suatu rangkaian, fungsi dari transistor tersebut ditentukan oleh kurva karakteristik-nya.
Transistor memeliki kurva karakteristik input, output dan transfer, yang paling umum digunakan adalah kurva karakteristik output. Pada saat Transistor digunakan sebagai saklar, maka daerah yang digunakan pada kurva karakteristik ialah daerah "cut-off" dan daerah "saturasi", untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.
Daerah yang diarsir kuning adalah daerah "cut-off". Pada saat "cut-off" kondisi dari transistor adalah arus basis sama dengan nol (IB = 0), Arus output pada kolektor sama dengan nol dan Tegangan pada kolektor maksimum atau sama dengan tegangan supply (VCE = VCC). Daerah yang diarsir merah adalah daerah "saturasi". Pada saat "saturasi" kondisi dari transistor adalah arus basis maksimal (IB=Max) sehingga menghasilkan arus kolektor maksimal (IC=Max) dan tegangan Kolektor Emitor minimum (VCE=0).
Transistor Sebagai Saklar (Bagian 2, selesai)
Garis Beban.
Garis beban dapat dibangun apabila kita mengetahui arus beban pada rangkaian dan tegangan operasinya. Sekarang coba anda bayangkan mendisain transistor yang digunakan untuk mensaklar beban sebesar 20mA, tegangan supply-nya 5V DC. Titik "A" pada diagram dibawah adalah kondisi saat Saat transistor OFF, IC (arus kolektor) akan menjadi nol sedangkan VCE (tegangan kolektor-emitor) akan menjadi hampir sama dengan tegangan supply (5V DC).
Titik "B" pada diagram diatas adalah kondisi saat transistor ON dimana IC akan menjadi 20mA (sama dengan arus beban) dan VCE nilainya sangat kecil hampir mendekati nol. Garis yang ditarik dari titik A ke titik B ini yang dinamakan garis beban.Rumus Perhitungan Transistor Sebagai Saklar.
Misalnya, sebuah transistor dengan tegangan supply 5V DC digunakan untuk mensaklar sebuah lampu 5V DC 20mA. Transistor diplih bervariasi dengan variasi hfe dari 100 - 500. Rangkaian menggunakan konfigurasi common-emitor (gambar dibawah). Tentukan nilai Rb (tahanan basis) agar transistor dapat bekerja pada kelompok penguatan yang sama!
Karena transistor mungkin mempunyai hfe antara 100 - 500 maka kita pilih dulu menggunakan hfe minimum ( 100 ). Arus kolektor adalah 20mA, maka Arus Basis yang dibutuhkan adalah:hfe = Ic / Ib
ib = Ic / hfe(min) = 20/100= 0.2mA
Nilai Vin adalah 5V DC, nilai Vbe adalah 0,6V DC (konstanta) berarti tegangan yang melewati Rb adalah Vin - Vbe = 4,4 V DC. Sehinggan Nilai Rb dapat kita hitung:
Rb = 4.4 / 0.2 = 22K
Menambah Arus Regulator 78XX
Untuk mengatasi keterbatasan arus yang dihasilkan oleh IC Regulator 78XX, maka kita bisa menggunakan Transistor Daya untuk mensupply arus tambahan agar power supply tetap menghasilkan tegangan yang stabil. Berikut ini gambar rangkaian Power Supply Regulator 78XX yang sudah dilengkapi transistor daya:
Apabila ada arus lebih dari 650mA melalui IC Regulator, maka transistor daya akan mulai bekerja untuk mensupply arus tambahan. Hal ini menyebabkan transistor daya tersebut akan menjadi panas, sehingga transistor daya harus dipasangi heat sink yang cukup.
Pada rangkaian diatas, apabila anda menginginkan tegangan output sebesar 12V, maka anda harus menggunakan IC 7812. Ingat! Tegangan input harus lebih besar dari 12V, hal ini untuk mencegah tegangan jatuh ( drop voltage ).
Rangkaian Kopling Analog
1. Kopling Langsung

2. Kopling Kapasitor

3. Kopling Transformator

Dengan kopling kapasitor, dua rangkaian dihubungkan menggunakan sebuah trafo. Q2 di bias melalui sambungan pembiasan. Teknik ini biasanya digunakan pada rangkaian-rangkaian RF.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar