Jumat, 15 Mei 2009

Elektronika Dasar

Awalnya saya bingung mau isi apa....

cari yang bermanfaat....

biar semua bisa make.....

......

ini ada beberapa hasil / barang elektronika


klik untuk memperbesar
Robot Line Follower PIC 16f84A


Miliki robot high quality line follower berbasis PIC 16f84A ini. Menggunakan kit DT Proto PIC 16f84 dan driver ICL293D serta motor DC dan roda menggunakan 2 buah sungut line follower.






klik untuk memperbesar
Weather Station suhu dan kelembaban


MIliki kit sudah jadi Weather Station yang menampilkan suhu dan kelembaban di PC menggunakan Basic Stamp dan sensor SHT 11/75


May 21, 2009


klik untuk memperbesar
DT-SENSE Temperature Sensor


DT-SENSE Temperature Sensor adalah sebuah sistem sensor cerdas yang mampu mengukur suhu pada range 0 - 100 °C dengan keluaran digital dalam satuan Celsius
maupun Fahrenheit. Modul ini dapat berfungsi sebagai kendali ON/OFF secara mandiri untuk mengatur suhu sesuai dengan batasan suhu yang ditentukan oleh pengguna.
Contoh aplikasi DT-SENSE Temperature Sensor antara lain sebagai termometer udara indoor / outdoor, kendali suhu ruang, atau aplikasi lain yang membutuhkan informasi suhu.


klik untuk memperbesar
DT-SENSE IR Proximity Detector


DT-SENSE IR Proximity Detector adalah sebuah sistem sensor cerdas yang dapat digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya obyek pada jarak tertentu dalam range ± 5 - 25 cm.
Keluaran DT-SENSE IR Proximity Detector berupa data digital dan jarak deteksi dapat ditentukan oleh pengguna. Contoh aplikasi DT-SENSE IR Proximity Detector antara lain untuk
sistem robot cerdas, proximity switch, atau aplikasi lain yang membutuhkan pendeteksi ada/tidaknya obyek.




Dimensi :
Dimensi modul : 6,6 cm (P) x 5,8 cm (L) x 1,6 cm (T).
Dimensi modul sensor IR : 2,8 cm (P) x 2,2 cm (L) x 2,0 cm (T).


Spesifikasi :
- Terdiri dari 2 buah modul sensor IR yang dapat bekerja secara mandiri dan simultan.
- Jarak deteksi dapat diatur dalam range ± 5 - 25 cm (untuk obyek berwarna putih).
- Kalibrasi dapat dilakukan melalui program maupun pin, tidak membutuhkan pengaturan potensiometer.
- Toleransi jarak deteksi adalah +3 cm dari jarak deteksi yang telah ditentukan.
- Waktu respon terhadap ada/tidaknya obyek adalah 250 mili detik (maksimum).
- Jalur I/O kompatibel dengan level tegangan TTL dan CMOS.
- Memiliki antarmuka UART TTL (baud rate 38400 bps) dan I²C (bit rate maksimum 100 kHz).
- 8 buah DT-SENSE IR Proximity Detector dapat bekerja pada 1 jalur komunikasi I²C.
- Alamat I²C diatur melalui program dan tanpa menggunakan jumper.
- Tersedia keluaran aktif rendah untuk hasil deteksi masing-masing sensor IR.
- Tersedia LED sebagai indikator aktifitas masing-masing sensor IR.
- Membutuhkan catu daya DC 4,8 - 5,4 Volt.
- Tersedia lubang baut pada modul sensor IR untuk mempermudah pemasangan.
- Tersedia contoh penggunaan dalam bahasa C (CodeVisionAVR©).



Dioda

Dioda adalah bentuk sederhana dari semikonduktor. Semikonduktor digunakan untuk mengendalikan arah elektron. Dioda mempunyai dua buah terminal yaitu Anoda dan Katoda. Resistansi untuk arah arus dari Anoda ke Katoda sangat kecil, sedangkan untuk arah arus dari Katoda ke Anoda sangat besar. Sehingga dioda dapat digunakan sebagai katup elektron searah. Elektron dapat melewati dioda pada satu arah (Anoda ke Katoda) tetapi tidak pada arah sebaliknya.
Image Hosted by ImageShack.us
Gambar 1. Tanda strip pada badan Dioda menandakan kaki Katoda.

Jenis-jenis dioda dan penggunaanya antara lain:

  • Zener : Sebagai pembatas dan penentu tegangan. Kamu bisa membuat regulator tegangan yang mudah dan murah dengan menggunakan dioda zener.
  • Light Emiting Diode (LED) : Saat dialiri arus, semua semikonduktor memancarkan sinar infra merah. LED menghasilkan sinar yang dapat dilihat.
  • Silicon Controlled Rectifier (SCR) : SCR merupakan saklar elektronik yang bisa mengendalikan arus AC atau DC. SCR biasanya dijumpai pada rangkaian dimmer lampu.
  • Rectifier : Rectifier berfungsi sebagai penyearah Arus ( AC ke DC ). Biasanya Rectifier lebih dikenal sebagai Dioda karena penyearah arus ialah fungsi dasar dari dioda, tetapi lebih spesifik lagi merupakan fungsi dari rectifier.
  • Bridge Rectifier : Terdiri dari empat buah rectifier yang berhubungan satu sama lain ( membentuk formasi kotak ). Bridge rectifier menyearahkan arus ( AC ke DC ) dengan lebih efisien. Lihat gambar 2!
Image Hosted by ImageShack.us
Gambar 2. Dioda menyearahkan arus AC ke DC.

Tidak seperti resistor dan kapasitor, dioda tidak mempunyai nilai yang spesifik ( kecuali zener ). Tetapi bukan berarti semua dioda sama. Dioda di nilai dengan dua kriteria yaitu:

  • Peak Inverse Voltage ( PIV ) rating. Menunjukkan tegangan kerja maksimum dari dioda tersebut, contohnya jika nilai dari suatu dioda 100V, dioda tersebut tidak bisa digunakan pada tegangan kerja yang lebih dari 100V.
  • Current rating. Menunjukkan arus maksimum yang dapat melewati suatu dioda.

Dioda diidentifikasikan dengan sistem penomoran standard industri. Contohnya dioda rectifier 1N4001 mempunyai nilai 1.0 PIV 50 volt. 1N4002 mempunyai nilai 100 volt, 1N4003 mempunyai nilai 200 volt dan seterusnya. Informasi tentang PIV sebuah dioda bisa kamu lihat di datasheetnya.


Transistor Sebagai Saklar (Bagian 1)

Saat sebuah transistor digunakan pada suatu rangkaian, fungsi dari transistor tersebut ditentukan oleh kurva karakteristik-nya.


Transistor memeliki kurva karakteristik input, output dan transfer, yang paling umum digunakan adalah kurva karakteristik output. Pada saat Transistor digunakan sebagai saklar, maka daerah yang digunakan pada kurva karakteristik ialah daerah "cut-off" dan daerah "saturasi", untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.
Daerah yang diarsir kuning adalah daerah "cut-off". Pada saat "cut-off" kondisi dari transistor adalah arus basis sama dengan nol (IB = 0), Arus output pada kolektor sama dengan nol dan Tegangan pada kolektor maksimum atau sama dengan tegangan supply (VCE = VCC).

Daerah yang diarsir merah adalah daerah "saturasi". Pada saat "saturasi" kondisi dari transistor adalah arus basis maksimal (IB=Max) sehingga menghasilkan arus kolektor maksimal (IC=Max) dan tegangan Kolektor Emitor minimum (VCE=0).


Transistor Sebagai Saklar (Bagian 2, selesai)

Pada posting sebelumnya saya sudah membahas tentang daerah saturasi dan cutt-off yang digunakan dalam pengaplikasian transistor sebagai saklar. Kali ini saya akan bahas tentang garis beban dan rumus perhitungan transistor sebagai saklar.


Garis Beban.

Garis beban dapat dibangun apabila kita mengetahui arus beban pada rangkaian dan tegangan operasinya. Sekarang coba anda bayangkan mendisain transistor yang digunakan untuk mensaklar beban sebesar 20mA, tegangan supply-nya 5V DC. Titik "A" pada diagram dibawah adalah kondisi saat Saat transistor OFF, IC (arus kolektor) akan menjadi nol sedangkan VCE (tegangan kolektor-emitor) akan menjadi hampir sama dengan tegangan supply (5V DC).
Titik "B" pada diagram diatas adalah kondisi saat transistor ON dimana IC akan menjadi 20mA (sama dengan arus beban) dan VCE nilainya sangat kecil hampir mendekati nol. Garis yang ditarik dari titik A ke titik B ini yang dinamakan garis beban.

Rumus Perhitungan Transistor Sebagai Saklar.
Misalnya, sebuah transistor dengan tegangan supply 5V DC digunakan untuk mensaklar sebuah lampu 5V DC 20mA. Transistor diplih bervariasi dengan variasi hfe dari 100 - 500. Rangkaian menggunakan konfigurasi common-emitor (gambar dibawah). Tentukan nilai Rb (tahanan basis) agar transistor dapat bekerja pada kelompok penguatan yang sama!
Karena transistor mungkin mempunyai hfe antara 100 - 500 maka kita pilih dulu menggunakan hfe minimum ( 100 ). Arus kolektor adalah 20mA, maka Arus Basis yang dibutuhkan adalah:

hfe = Ic / Ib

ib = Ic / hfe(min) = 20/100= 0.2mA

Nilai Vin adalah 5V DC, nilai Vbe adalah 0,6V DC (konstanta) berarti tegangan yang melewati Rb adalah Vin - Vbe = 4,4 V DC. Sehinggan Nilai Rb dapat kita hitung:

Rb = 4.4 / 0.2 =
22K

Menambah Arus Regulator 78XX

Sebuah power supply yang menggunakan IC Regulator 78XX memang sudah sering kita jumpai. Salah satu kelebihan menggunakan IC Regulator 78XX adalah mampu menghasilkan tegangan keluaran yang stabil, tapi kelemahan IC Regulator ini adalah arus output setelah melewati IC Regulator 78XX tidak bisa lebih dari 650mA.

Untuk mengatasi keterbatasan arus yang dihasilkan oleh IC Regulator 78XX, maka kita bisa menggunakan Transistor Daya untuk mensupply arus tambahan agar power supply tetap menghasilkan tegangan yang stabil. Berikut ini gambar rangkaian Power Supply Regulator 78XX yang sudah dilengkapi transistor daya:

regulator78xx-transistor

Apabila ada arus lebih dari 650mA melalui IC Regulator, maka transistor daya akan mulai bekerja untuk mensupply arus tambahan. Hal ini menyebabkan transistor daya tersebut akan menjadi panas, sehingga transistor daya harus dipasangi heat sink yang cukup.

Pada rangkaian diatas, apabila anda menginginkan tegangan output sebesar 12V, maka anda harus menggunakan IC 7812. Ingat! Tegangan input harus lebih besar dari 12V, hal ini untuk mencegah tegangan jatuh ( drop voltage ).

Rangkaian Kopling Analog

Untuk menghubungkan rangkaian analog, ada tiga metode dasar yang digunakan yaitu menggunakan Kopling langsung, Kopling kapasitor dan Kopling transfomator.

1. Kopling Langsung
Dengan kopling langsung atau lebih dikenal dengan kopling DC, dua komponen dihunbungkan secara langsung satu sama lain. Pada rangkaian dapat dilihat, kolektor dari transistor Q1 di sambung langsung ke basis dari transistor Q2. Level Bias dari Q1 dihitung dahulu, dan ini akan menjadi Bias dari basis Q2. Keuntungan dari kopling langsung adalah komponen yang digunakan sedikit dan respon frekuensi rendah-nya bagus.



2. Kopling Kapasitor
Dengan kopling kapasitor, dua rangkaian dihubungkan menggunakan sebuah kapasitor kopling (dalam rangkaian, Cc). Menggunakan metode ini, Level Bias dari F1 terisolasi dar Q2. Sehingga Rb digunkan untuk mem-Bias Q2. Kapasitor Cc, Rb dan impedansi input dari Q1 akan melewatkan arus AC dan akan memblok arus DC.






3. Kopling Transformator
Dengan kopling kapasitor, dua rangkaian dihubungkan menggunakan sebuah trafo. Q2 di bias melalui sambungan pembiasan. Teknik ini biasanya digunakan pada rangkaian-rangkaian RF.

Fisika Dasar

1. Penjelasan Istilah
  • Momentum adalah Besaran yang merupakan ukuran mudah atau sukarnya suatu benda mengubah keadaan geraknya (mengubah kecepatannya, diperlambat atau dipercepat).
  • Impuls adalah Perubahan momentum.
  • Fluida adalah zat yang dapat mengalir, misalnya zat cair dan gas.
  • Kinematika Rotasi adalah mempelajari gerak rotasi benda tegar dengan mengabaikan gaya penyebab gerak rotasi.
  • Dinamika Rotasi adalah mempelajari gerak rotasi dengan memperhitungkan pengaruh gaya yang menyebabkan benda bergerak.
2. Zat dibedakan dalam 3 keadaan dasar (fase), yaitu :
  1. Fase padat, zat mempertahankan suatu bentuk dan ukuran yang tetap, sekalipun suatu gaya yang besar dikerjakan pada benda padat.
  2. Fase cair, zat tidak mempertahankan bentuknya. Tetapi seperti halnya fase padat, pada fase ini zat tidak dengan mudah dimampatkan, dan volumenya dapat diubah hanya jika dikerjakan gaya yang sangat besar pada zat cair.
  3. Fase gas, zat tidak mempunyai bentuk maupun volume tetap, tetapi akan mengembang mengisi seluruh wadah.
3. Prinsip Pascal -->
  • menyatakan bahwa tekanan yang dikerjakan pada suatu fluida akan menyebab kenaikan tekanan ke segala arah dengan sama rata.
4. Zat / benda mencapai keadaan kesetimbangan termal
  • Jika dua sistem dengan temperatur yang berbeda diletakkan dalam kontak termal, maka kedua sistem tersebut pada akhirnya akan mencapai temperatur yang sama. Nah samanya temperatur tersebutlah yang di namakan Kesetimbangan Termal.
5. Anomali Air adalah :
  • Peristiwa penyesuaian diri dari suhu air dengan sekitarnya. Terjadi antara 0 sampai 4 derajat Celsius.

Rabu, 13 Mei 2009

Kata Pengantar

Malam ini tgl 13 May 2009, tepat jam 9:19 pm, ak buat blog ini kHusus buat tugasnya Pak Yusuf....

Ada 2 tugas....:

1. Elektronika Dasar
Mengupload materi Atau artikel tentang Elektronika Dasar

2. Fisika Dasar
Mengerjakan Tugas Soal Semester...

Rencana Malam ini Juga mau aku buat, tapi aku makan dulu ah..... minum Vitamin untuk tulang... maklum hbs Patah tulang, tapi ak merasa udah sehat bgt... ak dah mulai semangat lagi,..
Walau pada saat sakit ak merasa energi ku hilang separuh....

eh.,.. ak malah curhat.....